Tuesday, January 14, 2020

MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL


SEGMENTASI GLOBAL, TARGET DAN POSISI PRODUK PASAR GLOBAL

SEGMENTASI PASAR GLOBAL
Segmentasi pasar global adalah proses memilih suatu pasar ke dalam berbagai kelompok pelanggan yang berperilaku sama atau memiliki kebutuhan serupa. Pemasaran segmen, segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama. Pemasar tidak menciptakan segmen, tugas pemasar adalah mengidentifikasi segmen dan memutuskan yang mana yang akan menjadi target. Beberapa periset berusaha untuk membentuk segmen dengan mengamati ciri-ciri konsumen: secara geografis, demografis, psikologis, perilaku, manfaat dan segmentasi vertikal versus horizontal.

MENETAPKAN SASARAN GLOBAL
Yaitu tindakan mengevaluasi dan membandingkan kelompok yang diidentifikasi dan kemudian memilih satu atau beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi yang paling besar.
Untuk menilai peluang di pasar target global, sama seperti kalau menetapkan satu negara sebagai sasaran, yaitu :
- Besar segmen pasar saat ini dan potensi pertumbuhan yang diantisipasi
- Persaingan
- Kecocokkan dari target dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan kelayakan untuk mencapai sukses.

MENENTUKAN POSISI PRODUK DI PASAR GLOBAL :
Pemosisian adalah menempatkan produk anda dalam benak konsumen.
Dua strategi dalam pemosisian produk adalah :
1.     Menentukan Posisi Teknologi Tinggi (High Tech Positioning).
Produk Teknik, Produk untuk peminat khusus, Produk yang dapat ditunjukkan kegunaannya.
2.     Memposisikan Sentuhan Canggih (High Touch Positioning).
Produk yang Memecahkan masalah umum, Produk desa global, Produk yang menggunakan tema Universal.

PEMASARAN DI NEGARA BERKEMBANG
Pasar negara berkembang semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia dan semakin menarik perhatian berbagai perusahaan mancanegara. Sejumlah negara berkembang juga mengalami berkembangan yang cukup pesat dalam dua dekade terakhir berkat adanya kebijakan pajak yang kondusif dan kelebihan kompetitif lainnya. Oliver Cornock selaku Editor-in-Chief Oxford Business Group (OBG) mengatakan bahwa kontribusi negara-negara berkembang terhadap nilai PDB secara global semakin meningkat sejak jatuhnya Tembok Berlin. Faktor lain yang memicu perpindahan kantor pusat ke negara-negara berkembang karena adanya prospek pasar lokal yang positif, industri yang semakin berkembang, kemampuan logistik, infrastruktur, stabilitas politik, dan kualitas pasar kerja yang semakin membaik, serta kemudahan dalam berbisnis. Cornock memprediksi bahwa negara berkembang akan mendominasi Fortune Global 500 di tahun mendatang. Riset mereka memprediksi bahwa pangsa negara berkembang yang terdaftar dalam Fortune Global 500 akan melonjak menjadi lebih dari 45% pada tahun 2025. Tren ini juga sejalan dengan bertambahnya jumlah pelanggan yang terdiri dari kepala negara, CEO, investor institusi, analis, dan akademisi yang menginginkan informasi makro negara berkembang.

TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERKAIT DENGAN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) DAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN)

TANTANGAN MENENTUKAN PEMASOK
            Tantangan dalam menentukan pemasok adalah untuk mewujudkan nilai yang akan memenuhi kebutuhan pelanggan. Manajemen rantai pasok merupakan integrasi aktivitas-aktivitas yang berawal dari pengadaan barang dan jasa, mengubah bahan baku menjadi barang dalam proses dan barang jadi, serta mengantarkan barang-barang tersebut kepada para pelanggannya dengan cara yang efisien. Dalam definisi tersebut, secara umum pemahaman rantai pasok akan mengandung makna terjadinya aliran material dari awal sampai ke konsumen dengan memperhatikan faktor ketepatan waktu, biaya, dan jumlah produknya. Pemasok atau supplier merupakan salah satu bagian yang termasuk di dalam segmen. Segmen adalah suatu subunit dari sebuah perusahaan yang cukup penting dalam pembuatan laporan kinerja, atau dapat diartikan sebagai kontribusi laba dari berbagai aktivitas atau unit-unit lainnya dalam organisasi (Hansen & Mowen, 2001). Setiap pemasok atau supplier pada umunya hampir sama, namun karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing pemasok adalah berbeda. Untuk memperoleh pemasok yang memiliki biaya yang paling rendah maka diperlukan sebuah metode untuk mengukur efektifitas dan efisiensi dari setiap pemasok.

SISTEM NILAI, RANTAI NILAI DAN PERAN STATEGIK PEMASARAN GLOBAL
Sistem nilai adalah suatu peringkat yang didasarkan pada suatu peringkat nilai-nilai seorang individu dalam hal intensitasnya. Dengan demikian untuk mengetahui atau melacak sebuah nilai harus melalui pemaknaan terhadap kenyataan-kenyataan lain berupa tindakan, tingkah laku, pola pikir dan sikap seseorang atau sekelompok orang.
Rantai nilai adalah rangkaian kegiatan untuk operasi perusahaan dalam industri yang spesifik. Unit bisnis adalah tingkat yang sesuai untuk pembangunan rantai nilai, bukan tingkat divisi atau tingkat korporasi. Produk melewati semua rantai kegiatan dalam rangka, dan pada setiap aktivitas nilai keuntungan beberapa produk. Rantai kegiatan memberikan produk-produk nilai tambah dari jumlah nilai tambah dari semua kegiatan. Hal ini penting untuk tidak mencampur konsep rantai nilai dengan biaya yang terjadi di seluruh kegiatan.
Rantai nilai mengkategorikan aktivitas umum nilai tambah dari sebuah organisasi. Kegiatan utama mencakup: logistik masuk, operasi (produksi), logistik keluar, pemasaran, dan penjualan (permintaan), dan jasa (pemeliharaan). Kegiatan dukungan meliputi: manajemen infrastruktur administratif, manajemen sumber daya manusia, teknologi (R & D), dan pengadaan. Biaya dan value drivers diidentifikasi untuk setiap aktivitas nilai.
Rantai nilai mengungkapkan tiga macam perranan untuk pemasaran dalam strategi persaingan global, yaitu :
     1. Peranan yang berkaitan dengan konfigurasi pemasaran. Walaupun banyak kegiatan pemasaran harus dilakukan dalam setiap negara,value dapat didapatkan dengan memusatkan beberapa kegiatan pemasaran pada suatu lokasi saja. Servis, contohnya, harus tersebar disetiap negara. Akan tetapi, pelatihan sebagian dipusatkan pada suatu lokasi.
   2. Peranan kedua dari pemasaran adalah koordinasi kegiatan pemasaran di seluruh negara untuk meningkatkan pengetahuan perusahaan. Integrasi ini dapat memiliki berbagai bentuk, termasuk transfer pengalaman relevan melintasi batas-batas negara dalam bidang-bidang seperti manajemen pelangganan global, dan penggunaan pendekatan atau metode serupa untuk riset pemasaran, pemosisian produk, atau kegiatan pemasaran yang lain.
    3. Peranan ketiga dari pemasaran adalah memanfaatkan peluang untuk keunggulan di bagianhulu dalam rantai nilai. Salah satu contoh kasusnya ialah pengembangan kamera Canon model AE-1. Riset menyediakan informasi mengenai kebutuhan pasar yang membuat Canon mampu mengembangkan produk “Global”. Unsur hulu dari rantai nilai menarik manfaat dari informasi ini dan membuat Canon mampu mengembangkan produk yang seragam bentuk fisiknya yang memerlukan suku cadang lebih sedikit, berkurangnya rekayasa, persediaan yang lebih rendah, dan masa produksi yang lebih lama dari pada yang dapat diperoleh perusahaan bila perusahaan mengembangkan produk yang disesuaikan dengan kondisi unik dalam masing#masing pasar nasional.

KRITERIA KEPUTUSAN DAN ALTERNATIF STRATEGI PEMASOK
Kriteria Keputusan Pemasok
Identifikasi kriteria dalam pemilihan pemasok ini, berdasarkan dimensi kualitas menurut teori Garvin yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik mutu produk dan menurut teori Kotler untuk dimensi kualitas mutu pelayanan. Penjelasan untuk masing-masing kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut (Ngatawi & Setyaningsih, 2011).
1.     Pengiriman barang, adalah proses penyampaian barang dari produsen ke konsumen.
2.     Pelayanan, adalah usaha yang dilakukan pemasok dalam melayani kebutuhan konsumen.
3.     Produk, adalah hasil yang berwujud barang yang ditawarkan oleh pemasok.
4.     Kualitas pemasok, adalah kemampuan pemasok dalam menjaga reputasi dan konsistensi dalam bekerja sama dengan para konsumen. Hal ini bertujuan untuk mempermudah kelancaran produksi.
5.     Biaya, adalah uang yang dikeluarkan konsumen untuk memperoleh produk dari pemasok.

Alternatif Strategi Pemasok
Terdapat lima strategi yang dapat dipilih perusahaan untuk melakukan pembelian kepada supplier yaitu adalah sebagai berikut:
1. Banyak Pemasok (Many Supplier)
Strategi ini memainkan antara pemasok yang satu dengan pemasok yang lainnya dan membebankan pemasok untuk memenuhi permintaan pembeli. Para pemasok saling bersaing secara agresif. Meskipun banyak pendekatan negosiasi yang digunakan dalam strategi ini, tetapi hubungan jangka panjang bukan menjadi tujuan. Dalam pendekatan ini, tanggung jawab dibebankan pada pemasok untuk mempertahankan teknologi, keahlian, kemampuan ramalan, biaya, kualitas dan pengiriman.
2. Sedikit Pemasok (Few Supplier)
Dalam strategi ini, perusahaan mengadakan hubungan jangka panjang dengan para pemasok yang komit. Karena dengan cara ini, pemasok cenderung lebih memahami sasaran-sasaran luas dari perusahaan dan konsumen akhir. Penggunaan hanya beberapa pemasok dapat menciptakan nilai denganmemungkinkan pemasok mempunyai skala ekonomis dan kurva belajar yang menghasilkan biaya transaksi dan biaya produksi yang lebih rendah.  Dengan sedikit pemasok maka biaya mengganti partner besar, sehingga pemasok dan pembeli menghadapi resiko akan menjadi tawanan yang lainnya. Kinerja pemasok yang buruk merupakan salah satu resiko yang dihadapi pembeli sehingga pembeli harus memperhatikan rahasia-rahasia dagang pemasok yang berbisnis di luar bisnis bersama.
3. Vertical Integration
Artinya pengembangan kemampuan memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya dibeli, atau dengan benar-benar membeli pemasok atau distributor. Integrasi vertical dapat berupa:
Integrasi ke belakang (Backward Integration) berarti penguasaan kepada sumber daya, misalnya Perusahaan Mobil mengakuisisi Pabrik  Baja.
Integrasi kedepan (Forward Integration) berarti penguasaan kepada     konsumennya, misalnya Perusahaan Mobil mengakuisisi Dealer yang    semula sebagai distributornya.
4. Kairetsu Network.
Kebanyakan perusahaan manufaktur mengambil jalan tengah antara membeli dari sedikit pemasok dan integrasi vertical dengan cara misalnya mendukung secara financial pemasok melalui kepemilikan atau pinjaman.  Pemasok kemudian menjadi bagian dari koalisi perusahaan yang lebih dikenal dengan kairetsu. Keanggotaannya dalam hubungan jangka panjang oleh sebab itu diharapkan dapat berfungsi sebagai mitra, menularkan keahlian tehnis dan kualitas produksi yang stabil kepada perusahaan manufaktur. Para anggota kairetsu dapat beroperasi sebagai subkontraktor rantai dari pemasok yang lebih kecil.
5. Perusahaan Maya (Virtual Company)
Perusahan Maya mengandalkan berbagai hubungan pemasok untuk memberikan pelayanan pada saat diperlukan. Perusahaan maya mempunyai batasan organisasi yang tidak tetap dan bergerak sehingga memungkinkan terciptanya perusahaan yang unik agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung berubah. Hubungan yang terbentuk dapat memberikan pelayanan jasa diantaranya meliputi pembayaran gaji, pengangkatan karyawan, disain produk atau distribusinya. Hubungan bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, mitra sejati atau kolaborasi, pemasok atau subkontraktor. Apapun bentuk hubungannya diharapkan akan menghasilkan kinerja kelas dunia yang ramping. Keuntungan yang bisa diperoleh diantaranya adalah: keahlian manajemen yang terspesialisasi, investasi modal yang renadh, fleksibilitas dan kecepatan. Hasil yang diharapkan adalah efisiensi.

PILIHAN STRATEGI MEMASUKI PASAR GLOBAL DAN BEREKSPANSI

Pasar Global
            Pasar global adalah pemasaran berskala seluas dunia Internasional yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Peluang pasar selalu terbuka bagi semua pelaku usaha, tak terkecuali di pasar ekspor. Yang penting mesti kreatif dan mau berinovasi dalam mengembangkan pasar.Pelaku bisnis yang tangguh tentu tak mudah ditenggelamkan oleh setiap perubahan tantangan bisnis meski tantangan yang datang semakin berat. Pasar global mengalami perkembangan yang pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara lain:
    1. Adanya beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah, misalnya China dan Taiwan
    2. Semakin banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang secara langsung menjadi konsumen global
      3. Semakin banyaknya transportasi antar negara yang mempermudah distribusi produk
      4. Perdagangan dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia
Ekspor
            Dalam bidang ekonomi dan bisnis, pengertian ekspor adalah suatu kegiatan perdagangan dimana barang dan jasa di dalam negeri dijual dan dikirimkan ke luar negeri dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Pada umumnya kegiatan ekspor dilakukan karena kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi dan ada permintaan dari negara lain. Proses kegiatan ekspor tersebut harus melalui bea cukai di negara pengirim dan penerima barang dengan syarat dan ketentuan yang berbeda-beda di setiap negara.
            Berikut ini adalah beberapa tujuan ekspor yang dilakukan oleh suatu negara atau perusahaan:
      1.     Untuk memperoleh keuntungan atau laba dalam bentuk devisa.
      2.     Untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.
      3.     Untuk melakukan penetrasi atau membuka pasar baru di negara lain.
      4.     Untuk menciptakan iklim usaha dan ekonomi yang kondusif baik secara nasional maupun global.
      5.     Untuk mengendalikan harga produk ekspor di dalam negeri.
      6.     Untuk menjaga stabilitas kurs valuta asing terhadap mata uang dalam negeri.

Lisensi
            Lisensi merupakan pemberian izin untuk melakukan produksi suatu produk atau jasa tertentu, yang mana produk atau jasa itu sebelumnya telah dipatenkan oleh yang menciptakannya pertama kali. Lisensi juga sering diartikan sebagai suatu bentuk pemberian izin untuk memanfaatkan pertama kali. Lisensi dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk pemberian izin untuk menggunakan hak atas kekayaan intelektual, dimana dapat diberikan pemberi lisensi kepada penerima lisensi dengan maksud supaya penerima lisensi dapat melakukan aktivitas usaha atau memproduksi produk tertentu dengan memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual yang dilisensikan.
            Manfaat lisensi untuk penerima lisensi adalah mereka bia memakai merek pemberi lisensi dengan aman dan legal. Menjadikan penerima lisensi dapat menjalankan usahanya dengan lancar. Terlebih apabila merek yang dipakai telah sangat terkenal dan mempunyai reputasi yang bagus di mata konsumen maka akan memperoleh banyak keuntungan dalam menjalankan usahanya.

Usaha Patungan
            Sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Pihak-pihak itu setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan kepemilikan, dan kemudian saham dalam penerimaan, biaya, dan kontrol perusahaan. Perusahaan ini hanya dapat untuk proyek khusus saja, atau hubungan bisnis yang berkelanjutan seperti perusahaan patungan Sony Ericsson. Ini terbalik dengan persekutuan strategi, yang tak melibatkan taruhan keadilan oleh pesertanya, dan susunannya kurang begitu sulit.

Strategi Perluasan Pasar
Berikut ini adalah 5 strategi yang dapat dilakukan oleh pebisnis dalam memperluas pangsa pasar demi menambah pendapatan.
1. Menambahkan Produk dan Layanan Baru
Meskipun terlihat sederhana, namun perlu observasi yang mendalam bagi pelaku bisnis untuk menjalankan point ini. Hal ini dikarenakan dia harus mengetahui produk dan layanan apa yang benar-benar diinginkan oleh konsumen atau client. Dengan kata lain, produk dan layanan ini adalah solusi bagi para customer mereka.
2. Meningkatkan Quantity Produk yang Dijual
Meningkatkan kuantitas barang yang dimaksud tidak sebatas hanya membeli barang dengan jumlah yang banyak saja, tapi harus mampu mendistribusikan barang tersebut ke konsumen. Pada point ini dibutuhkan analisa segmentasi pasar yang cukup mendalam. Hal ini dikarenakan Pelaku bisnis harus bisa menghabiskan jumlah barang yang dijual tersebut kepada konsumen dengan waktu yag cukup cepat. Adapun salah satu cara sederhana yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan cara mengidentifikasi produk  yang paling banyak terjual. Dengan demikian para pelaku bisnis dapat meningkatkan jumlah produk yang laku tersebut.
3. Menambah Store Ke Daerah Baru
Jika barang dagangan semakin laku dan toko kita mulai dikenal, maka langkah selanjutnya yang bisa diambil adalah dengan menambah store yang baru. Meski begitu para pelaku bisnis harus tetap mengontrol storenya dan diusahakan jaraknya masih dalam satu wilayah. Hal ini dikarenakan agar dapat melakukan substitusi ketika barang di store baru habis atau sebaliknya, maka dapat dijangkau dengan ketersediaan barang yang baru
4. Tingkatkan Target Untuk Pelanggan Baru
Target dalam sebuah bisnis itu adalah suatu keharusan, hal ini dikarenakan demi berkembangnya bisnis tersebut. Adapun yang bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis adalah dengan cara membuat target mingguan atau bulanan mengenai pelanggan baru yang datang dan pelanggan yang pergi (langganan) serta mengevaluasinya.
5. Merambah Strategi Penjualan Online
Jika selama ini anda merupakan pebisnis offline, maka sudah saatnya anda harus memikirkan cara untuk melakukan strategi secara online. Ada banyak sosial media yang dapat membantu untuk berjualan online dan terbukti sampai saat ini masih sangat ampuh untuk meningkatkan penjualan.

Penentuan Posisi Pasar
Menurut Philip Kotler posisi pasar (positioning) yaitu segala upaya untuk mendesain produk serta merek biar sanggup menempati sebuah posisi yang unik dibenak konsumen. Hasil dari posisi pasar (positioning) ialah terciptanya proposisi nilai yang pas dimata konsumen dan menjadi salah satu alasan konsumen untuk membeli produk yang bersangkutan. Dengan kata lain posisi pasar (positioning) yaitu aktivitas merancang produk dan bauran pemasaran (marketing mix) biar sanggup membuat kesan tertentu diingatan ataupun benak konsumen.
Menentukan posisi pasar (positioning) menurut Hermawan Kertajaya, yaitu sebagai berikut:
1. Customer (Konsumen)
Didasarkan atas kajian konsumen, posisi pasar (positioning) harus diasumsikan secara positif oleh konsumen dan menjadi alasan dalam pembelian yang mereka lakukan. Hal tersebut akan terjadi apabila posisi pasar (positioning) mendiskripsikan nilai (value) yang diberikan pada konsumen dan nilai tersebut benarbenar merupakan sebuah asset bagi konsumen. Karena posisi pasar (positioning) mendiskripsikan nilai (value) yang unggul, maka posisi pasar (positioning) akan menjadi penentu yang sangat penting bagi konsumen pada saat mereka memutuskan untuk membeli.
2. Company (Perusahaan)
Didasarkan atas kajian pada kapabilitas serta kekuatan internal perusahaan (company), maka posisi pasar (positioning) harus mencerminkan kekuatan serta keunggulan kompetitif perusahaan. Jangan sampai perusahaan merumuskan posisi pasar (positioning) tetapi ternyata tidak mampu memenuhi dan melakasanakan janjinya. Hal tersebut sangat berbahaya karena bisa saja konsumen pada akhirnya akan berasumsi bahwa perusahaan telah mengingkari janji dan berbohong. Jika sudah seperti itu kredibilitas perusahaan akan hancur dimata konsumen. Oleh karena itu dalam merumuskan posisi pasar (positioning) perusahaan harus dengan pertimbangan yang sangat matang.
3. Competitor (Pesaing)
Berdasarkan atas kajian keadaan competitor (pesaing), maka posisi pasar (positioning) harus mempunyai sifat unik sehingga bisa dengan mudah mendiferensiasikan diri dan mempunyai perbedaan khusus apabila dibandingkan dengan produk pesaing. Jika posisi pasar (positioning) unik maka keuntungan akan didapat mengingat posisi pasar (positioning) tersebut tidak akan mudah ditiru oleh para pesaing. Bila tidak mudah ditiru maka posisi pasar (positioning) akan berkelanjutan dalam jangka yang panjang. Tapi perlu diingat bahwa keuningan yang harus diciptakan bukan hanya pada produk melainkan pada semua komponen perusahaan.
4. Change (Perubahan)
Didasarkan pada kajian atas perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis, posisi pasar (positioning) harus berkelanjutan serta selalu relevan dengan berbagai macam perubahan dalam lingkungan bisnis. Seperti perubahan persaingan, perubahan sosial budaya, perilaku konsumen dan sebagainya. Hal tersebut berarti bahwa jika posisi pasar (positioning) dan perangkatnya sudah tidak lagi relevan dengan kondisi lingkungan bisnis yang ada maka dengan cepat perusahaan harus merubahnya, dengan cara melakukan perubahan dalam strateginya.

STRATEGI PERSAINGAN GLOBAL SERTA DAYA SAING

Analisis industri
            Analisis industri merupakan salah satu bagian dari analisis fundamental. Analisis industri biasanya dilakukan setelah kita melakukan analisis ekonomi. Dalam analisis industri, investor mencoba memperbandingkan kinerja dari berbagai industri, untuk bisa mengetahui jenis industri apa saja yang memberikan prospek paling menjanjikan ataupun sebaliknya. Setalah melakukan analisis industri, investor nantinya akan menggunakan informasi tersebut sebagai masukan untuk mempertimbangkan saham-saham dari kelompok industri mana sajakah yang akan dimasukkan dalam portofolio yang akan dibentuknya.

Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif (Competitive Advantage) atau dikenal juga dengan keunggulan bersaing ialah kemampuan yang diperoleh sebuah perusahaan melalui karakteristik dan sumber daya yang dimiliki untuk dapat memiliki kinerja lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan lain yang ada pada industri dan pasar yang sama. Teori ini dicetiskan oleh Michael Porter dalam sebuah bukunya yang berjudul Competitive Advantage (1985). Teori ini muncul sebagai bentuk kritik terhadap teori keunggulan komparatif dari Ricardo.

Persaingan Global
Persaingan global dapat dipandang dari aspek ekonomi, sosial, budaya maupun dari aspek lainnya yang menyebabkan terjadinya interaksi dan kompetisi antar masyarakat di dunia. Secara umum  persaingan global didefinisikan sebagai suatu bentuk kompetisi tingkat dunia dimana setiap negara berhak untuk ikut bersaing tanpa dibatasi oleh wilayah. Persaingan global juga sering diartikan sebagai bentuk kesepakatan antar negara-negara di dunia untuk dapat mengaktualisasikan dirinya dengan menyingkirkan  batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Keunggulan Kompetitif Nasional
Keunggulan kompetitif nasional merupakan penilaian kemampuan suatu negara untuk berpartisipasi kompetitif di pasar internasional. Beberapa negara memiliki keunggulan lebih dari yang lain, karena berbagai alasan. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka untuk meningkatkan keunggulan kompetitif nasional mereka.
Beberapa keunggulan kompetitif nasional berasal dari sumber daya. Ini termasuk tidak hanya sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia, seperti orang-orang dengan bakat tertentu. Bangsa mungkin dapat menumbuhkan sumber daya mereka untuk meningkatkan daya saing mereka. Misalnya, mendirikan sebuah universitas untuk mempromosikan ilmu yang akan menyebabkan lebih banyak ilmuwan, dan akan menciptakan sumber daya baru bagi negara. Semakin banyak sumber daya di suatu negara, maka negara tersebut dapat semakin bersaing.

E-MARKETING DAN ASPEK KOMUNIKASI PEMASARAN GLOBAL

E-marketing
            Pengertian e-marketing adalah proses pemasaran brand menggunakan Internet. Ini mencakup unsur-unsur pemasaran baik marketing respons langsung dan tidak langsung serta prakteknya menggunakan berbagai teknologi untuk membantu menghubungkan bisnis ke pelanggan.
Dengan definisi seperti itu, e-marketing meliputi semua kegiatan bisnis melakukan melalui web di seluruh dunia dengan tujuan menarik bisnis baru, mempertahankan bisnis saat ini dan mengembangkan keunikan brand. E-marketing menyediakan bisnis dengan akses ke pasar massal dengan harga yang terjangkau dan memungkinkan mereka untuk melakukan pendekatan pemasaran pribadi. Sifat fleksibel dan hemat biaya dari e-marketing membuatnya sangat cocok untuk usaha kecil.

Komunikasi Pemasaran Global
            Komunikasi pemasaran adalah sarana dimana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan meningkatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Sedangkan komunikasi pemaasaran global merupakan efektivitas komunikasi pemasaran yang melewati batas-batas negara. Bentuk-bentuk utama dari komunikasi pemasaran yaitu :
1. Personal Selling
Bentuk komunikasi antar individu dimana tenaga penjual menginformasikan, mendidik, dan  melakukan persuasi kepada calon pembeli untuk membeli produk atau jasa perusahaan.
2. Advertising
Adversting adalah segala bentuk presentasi non-pribadi dan promosi gagasan, barang atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar.
3. Sales Promotion
Merupakan semua kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya aksi pembelian suatu produk yang yang cepat. Caranya dengan menggunakan kupon, voucher, sampel, undian dan discount
4.  Public Relations
Upaya hubungan masyarakat perusahaan harus membantu perkembangan perbuatan baik dan pemahaman di antara unsur-unsur pokok perusahaan baik yang di dalam maupun yang di luar. Praktisi humas bertujuan menghasilkan publisitas yang baik. Personil humas juga memainkan peran kunci dalam merespon laporan media yang tidak menyanangkan atau kontrofersi yang timbul karena kegiatan perusahaan di belahan dunia lain.

Sumber:

1 comment:

  1. The Best Casino Apps for Android - DrMCD
    Top 김포 출장마사지 25 Best Casino Apps for Android · Play the 나주 출장샵 Best Slots 영천 출장샵 & Live Dealer Games · Play the Best 경상남도 출장샵 Roulette · Play Live Dealer Online · Experience Live 보령 출장마사지 Dealer

    ReplyDelete